Banda Aceh - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan Expo Produk Inovasi pada 4 - 5 November 2026 di Gedung AAC Dayan Dawood USK. Kegiatan ini merupakan bagian dari kegiatan The 16th Annual International Conference (AIC) USK dan dikoordinasikan oleh Pusat Pengembangan Hilirisasi Inovasi (PPHI) LPPM USK.
Expo yang mengusung tema “USK Innovation Showcase: From Research to Impact” ini menghadirkan produk-produk inovatif yang dikembangkan oleh peneliti, pusat riset, dan mahasiswa USK. Produk yang ditampilkan tidak hanya memiliki nilai kebaruan, tetapi juga berpotensi menjawab kebutuhan masyarakat, lembaga, dunia usaha, dan kalangan pelajar.
Produk peserta expo dikelompokkan ke dalam tiga kategori. Kategori A mencakup produk inovasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama produk yang telah memperoleh paten atau perlindungan kekayaan intelektual.
Kategori B menampilkan hasil dan aktivitas unggulan pusat-pusat riset di lingkungan USK. Sementara itu, Kategori C menampilkan produk kewirausahaan mahasiswa yang berpotensi dikembangkan menjadi usaha berkelanjutan.
Pada kategori produk hasil penelitian dan pengabdian, pengunjung dapat melihat berbagai inovasi di bidang pangan, herbal, kosmetik, peternakan, kelautan, kesehatan, dan teknologi rekayasa.
Produk pangan dan herbal yang dipamerkan antara lain KoPPKreaTif dan MoN Bakery TPHP USK, teh herbal daun kecombrang, CasTea, Janeng Riting, serta produk Herbal Nature, seperti teh celup daun kelor atau Moringa, teh celup bunga telang, tempe dan keripik Korna dan sabun cuci piring berbahan eco-enzyme dan berbasis daun pandan laut.
Pada kelompok kosmetik dan perawatan tubuh terdapat Patchara, yaitu krim pelembap berbahan kopi arabika Gayo dan nilam Aceh; krim antiinflamasi berbahan daun malaka; sabun mandi berbahan pliek u Aceh; serta Ocean Pure Moisturizer sebagai inovasi berbasis sumber daya kelautan.
Dalam bidang peternakan, produk yang ditampilkan meliputi suplemen probiotik Rabal dan NutriCyle. Sementara itu, inovasi teknologi kesehatan mencakup Inkubator Bayi Portabel USK, Semidyn-3A, Lentera, dan Hydrotrinity serta EGG Washer Spray atau mesin pembersih telur system semprot.
Expo ini juga menghadirkan sejumlah karya teknologi rekayasa USK, di antaranya pesawat fixed-wing Seulawah atau Cempala Kuneng dan mobil Malem Diwa. Kehadiran produk-produk tersebut memperlihatkan kemampuan sivitas akademika USK dalam mengembangkan inovasi lintas disiplin yang memiliki nilai guna dan peluang komersialisasi.
Kategori pusat riset diikuti oleh sejumlah pusat riset USK. Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) menampilkan produk Shaking Table, peta banjir digital, dan produk pangan steril untuk tanggap darurat bencana.
Lalu Atsiri Research Center (ARC) menampilkan beragam produk perawatan tubuh dan kosmetik. Pusat Riset dan Pengembangan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PRP-PMRI) menghadirkan platform pembelajaran berdampak tinggi “GetSmart”, game digital, alat peraga interaktif, dan bahan ajar untuk sekolah serta perguruan tinggi.
Science, Technology, Engineering, and Mathematics Center (STEMC) USK menampilkan “IMAGY” untuk visualisasi percobaan mekanika dan EE-STEM untuk pengamatan cuaca. Masing-masing pusat riset memperkenalkan hasil penelitian, teknologi, program unggulan, dan kontribusinya dalam menjawab berbagai permasalahan masyarakat.
Sementara itu, kategori kewirausahaan mahasiswa menghadirkan produk dan usaha kreatif, seperti Niphara dengan produk kopi nipah, Daur Tani berupa platform pasar digital atau web marketplace, serta Nisora Food yang merupakan bagian dari Bina Kuliner USK. Kategori ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperkenalkan usaha, menguji respons pasar, dan membangun jejaring dengan calon konsumen maupun mitra.
Untuk memperluas manfaat edukasi, LPPM USK turut mengundang siswa dari sejumlah SMP/MTsN dan SMA/MAN yang berada di sekitar kampus. Para pelajar dapat melihat secara langsung proses perubahan gagasan dan hasil riset menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Kunjungan tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap sains, teknologi, inovasi, dan kewirausahaan.
Kepala PPHI LPPM USK, Dr. Ir. Nurul Malahayati, S.T., M.Sc., mengatakan bahwa expo ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan hasil penelitian kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang pertemuan antara inventor dan calon mitra.
Melalui expo ini, USK ingin hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan, prototipe, atau paten saja.
“Produk inovasi tersebut perlu diperkenalkan kepada calon mitra agar dapat dikembangkan, diproduksi, dan dimanfaatkan secara lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu tantangan hilirisasi adalah menghubungkan kesiapan teknologi peneliti dengan kebutuhan pasar, dukungan produksi, legalitas kerja sama, perizinan, dan pembiayaan.
Oleh karena itu, expo menjadi ruang awal untuk membangun komunikasi antara inventor, universitas, pemerintah, dunia usaha, lembaga pengguna, dan masyarakat.
Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas PPHI LPPM USK dalam mengembangkan ekosistem hilirisasi inovasi. Upaya tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat hilirisasi hasil penelitian, terutama invensi yang telah memperoleh paten, sehingga dapat dilanjutkan ke proses lisensi, kemitraan produksi, dan komersialisasi.
“Tujuan akhirnya adalah memastikan produk hasil riset USK memberikan dampak nyata. Hilirisasi harus mampu mengubah pengetahuan dan invensi menjadi produk yang digunakan masyarakat, mendukung pertumbuhan usaha, serta memberikan manfaat ekonomi bagi inventor dan universitas,” pungkas Nurul []