Olah Limbah Perikanan dan Nilam Jadi Kosmetik, Tim Riset FKP USK Pamerkan 8 Produk Inovasi di AIC 2026

 


Banda Aceh - Tim riset Fakultas Kelautan dan Perikanan Universitas Syiah Kuala (FKP USK) memamerkan delapan produk inovasi berbasis sumber daya laut dan perikanan Aceh dalam ajang expo The 16th Annual International Conference (AIC) 2026. Produk-produk yang diperkenalkan mencakup sektor pangan hingga kosmetika dengan memanfaatkan bahan baku lokal serta hasil sampingan pengolahan perikanan.

Tim periset FKP USK ini dipimpin oleh dosen Program Studi Ilmu Kelautan USK, Dr. Vicky Prajaputra, S.Pi., M.Sc., bersama lima mahasiswa yaitu Abrar Syifa Jusya, Mhd Luthfi Al Bukhary Tarigan, Azzahra Nabila, Nurfiah Azizah, dan Maharani Islami.

Ketua tim periset, Dr. Vicky Prajaputra, mengungkapkan bahwa pengembangan inovasi ini berfokus pada pemanfaatan limbah dan potensi lokal Aceh agar memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.

"Aceh memiliki kekayaan laut yang luar biasa, namun banyak limbah pengolahan perikanan seperti limbah tulang, kulit tuna, hingga cangkang tiram yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui riset ini, kami mengolah limbah tersebut menjadi kolagen, gelatin, dan kalsium yang dipadukan dengan minyak nilam Aceh untuk menghasilkan produk perawatan kulit dan kebersihan berkualitas," ujar Vicky.

Produk kosmetika dan perawatan diri yang diperkenalkan antara lain Colafish (bubuk kolagen dari limbah tuna), Glotion (losion tangan dari gelatin tulang tuna dan minyak nilam), Ocean Pure (pelembap wajah berbahan kolagen tuna dan minyak nilam), Simoist (pelembap tangan dari gelatin kulit tuna dan minyak nilam), serta Scruber (produk eksfoliasi kulit dari kalsium cangkang tiram dan minyak nilam).

Selain itu, tim juga menghadirkan Mosquitos (losion anti-nyamuk dari minyak nilam dan ekstrak kulit jeruk) serta Gleh Meukilat (sabun cuci tangan berbasis garam alam).

Di sektor pangan, tim meluncurkan Avocal Cookies, biskuit bernutrisi yang mengombinasikan tepung biji alpukat dan tepung cangkang telur sebagai alternatif pangan sehat berbasis bahan lokal.

Sebagian besar produk inovasi ini merupakan hasil karya mahasiswa yang didanai melalui program Pendanaan Internal Kewirausahaan USK (PIKU) tahun 2024 dan 2025. Perwakilan mahasiswa peneliti, Abrar Syifa Jusya, menyambut hangat kesempatan untuk memamerkan karya mereka di tingkat internasional.

"Ajang AIC 2026 ini menjadi ruang bagi kami untuk membuktikan bahwa hasil pembelajaran dan riset akademik di kampus bisa diwujudkan menjadi produk nyata yang bernilai jual. Kami berharap produk-produk ini tidak hanya berhenti di tingkat pameran, tetapi dapat dilirik oleh mitra industri untuk diproduksi secara masal," tutur Abrar.

Partisipasi FKP USK dalam expo AIC 2026 ini mempertegas komitmen perguruan tinggi dalam mendorong hasil riset menjadi produk berdaya guna bagi masyarakat, sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa untuk berwirausaha berbasis potensi daerah.[]
Lebih baru Lebih lama