USK Buka U-Dare 4.0 dan Gelar Seminar Internasional, Perkuat Ketangguhan Menghadapi Bencana


Banda Aceh - Universitas Syiah Kuala (USK) membuka kegiatan USK Global Award on Disaster Resilience (U-Dare) 4.0 yang dirangkai dengan seminar internasional di Auditorium FMIPA USK, Banda Aceh, Kamis (15/10/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda, akademisi, pemerintah, dan mitra internasional untuk memperkuat pemahaman serta kolaborasi dalam menghadapi risiko bencana.

U-Dare 4.0 mengangkat tema “Facing Climate Change and Hydrometeorological Disasters through Global Resilience: Reflections on Cyclone Senyar.” Tema ini menyoroti pentingnya penguatan ketangguhan dalam menghadapi perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi melalui pertukaran pengetahuan, inovasi, serta kerja sama lintas negara dan disiplin ilmu.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kewirausahaan USK, Prof. Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH., dalam sambutannya menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dan mahasiswa dalam membangun masyarakat yang lebih siap menghadapi bencana.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk unggul secara akademik, tetapi juga perlu memiliki kreativitas, kemampuan berpikir kritis, jiwa kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial. Berbagai kemampuan tersebut sangat penting agar generasi muda dapat berkontribusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan risiko bencana,” ungkap Prof. Rina.

Ia menambahkan, U-Dare 4.0 diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, mengembangkan solusi inovatif, serta membangun jejaring kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Melalui U-Dare 4.0, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, mengembangkan solusi inovatif, serta membangun jejaring kolaborasi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPT Mitigasi Bencana sekaligus Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) USK, Prof. Dr. Muksin, S.Si., M.Si., M.Phil., menyampaikan bahwa penguatan ketangguhan masyarakat merupakan bagian penting dari kontribusi TDMRC dalam pengurangan risiko bencana.

Ia menjelaskan bahwa TDMRC, yang didirikan pada akhir Oktober 2006, mengusung slogan “Communicating Science, Enhancing Resilience.” Slogan tersebut mencerminkan komitmen TDMRC untuk tidak hanya menghasilkan penelitian, tetapi juga mengomunikasikan pengetahuan ilmiah dan menerapkannya guna memperkuat kesiapsiagaan serta ketangguhan masyarakat.

“Penelitian yang kami lakukan di TDMRC tidak hanya bertujuan menghasilkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga berkontribusi dalam membangun ketangguhan masyarakat. Karena itu, edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan menjadi bagian penting dari upaya pengurangan risiko bencana,” ujar Muksin.

Menurutnya, berbagai upaya edukasi dan pelatihan terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran kebencanaan. Salah satunya melalui program In Saintek Serasi 2026 yang memberikan pelatihan mengenai ancaman dan mitigasi bencana hidrometeorologi kepada siswa sekolah menengah, khususnya dari wilayah terdampak Siklon Senyar.

Berbeda dengan program tersebut, U-Dare 4.0 secara khusus melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperluas pendidikan kebencanaan kepada generasi muda.
“Melalui U-Dare 4.0, kami ingin memperluas edukasi kebencanaan kepada mahasiswa. Kami berharap generasi muda semakin memahami risiko bencana dan mampu mengambil peran dalam membangun masyarakat yang lebih siap dan tangguh,” jelasnya.

Pembukaan U-Dare 4.0 turut dirangkai dengan seminar internasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dari latar belakang akademik dan pemerintahan, yaitu Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal; Prof. Ella Meilianda dari TDMRC USK; serta Bessie Kei Yiu Lai dari Lund University, Swedia.

“Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, peneliti, mahasiswa, dan mitra internasional sangat penting untuk memperkuat upaya pengurangan risiko bencana. Melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman, kita dapat mengembangkan solusi yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tutur Muksin.

Kegiatan U-Dare 4.0 diselenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa FASTANA (Fasilitator Tanggap Bencana) bersama TDMRC USK. Kolaborasi ini mencerminkan keterlibatan organisasi kemahasiswaan dalam mendukung pendidikan, peningkatan kesadaran, dan penguatan kapasitas kebencanaan.

Selain kegiatan pembukaan dan seminar internasional, TDMRC juga merencanakan kegiatan pada 27–30 Oktober 2026 dengan menghadirkan peneliti dari Eropa, Jepang, dan berbagai institusi di Indonesia untuk berbagi keahlian dan pengalaman di bidang kebencanaan. []
Lebih baru Lebih lama