ACEH SELATAN, – Pelatihan jurnalistik dasar yang diikuti 40 siswa SMAN 1 Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, memberikan pengalaman dan pengetahuan baru bagi para peserta. Mereka mengaku lebih memahami dasar-dasar penulisan berita, teknik wawancara, hingga pentingnya verifikasi informasi sebelum dipublikasikan.
Salah seorang peserta, Julian, siswa kelas X Raja Lelo, mengatakan pelatihan tersebut membantunya memahami prinsip dasar jurnalistik, termasuk rumus 5W+1H yang menjadi pedoman dalam menggali dan menyusun informasi menjadi berita.
Menurut Julian, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai nilai berita, seperti aktualitas, kepentingan, dan kedekatan dengan masyarakat. Selain itu, ia mempelajari pentingnya konfirmasi kepada narasumber, verifikasi informasi, serta peran jurnalis dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.
“Materi yang diberikan sangat bermanfaat bagi kami, terutama bagi pelajar yang ingin terus belajar bagaimana melakukan wawancara dan menulis berita dengan baik,” kata Julian saat menyampaikan kesannya terhadap kegiatan tersebut.
Ia menilai penyampaian materi oleh pemateri cukup mudah dipahami karena disertai contoh-contoh nyata. Melalui pelatihan itu, ia juga semakin memahami perbedaan antara karya jurnalistik dan konten biasa, terutama dalam hal objektivitas dan kewajiban melakukan verifikasi.
Julian berharap kegiatan serupa dapat kembali dilaksanakan secara berkala agar pelajar memiliki kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan jurnalistik.
Harapan serupa disampaikan Zhivar, siswi kelas X Cut Mutia. Ia menilai pelatihan jurnalistik dasar tersebut memberikan manfaat karena membekali peserta dengan pengetahuan tentang cara menulis berita dan melakukan wawancara secara tepat.
“Menurut saya, pelatihan jurnalistik dasar ini sangat bermanfaat karena saya bisa mengetahui bagaimana cara menulis berita yang baik dan melakukan wawancara dengan benar,” ujar Zhivar.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat lebih sering diselenggarakan sehingga para pelajar bisa terus menambah wawasan dan menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan jurnalistik di lingkungan sekolah maupun pada masa mendatang.
Pelatihan jurnalistik dasar tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pembinaan dan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, S.Pd., M.Pd., di aula SMAN 1 Tapaktuan, Kamis (15/10/2026).
Dalam sambutannya, Syarwan menekankan pentingnya literasi digital bagi pelajar di tengah derasnya arus informasi. Kemampuan memilah, memverifikasi, dan menyampaikan informasi secara benar dinilai menjadi bekal penting untuk mencegah penyebaran berita bohong atau hoaks.
Kegiatan yang diikuti 40 siswa tersebut merupakan hasil kerja sama SMAN 1 Tapaktuan dengan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Selatan.
Melalui pelatihan ini, para siswa diharapkan tidak hanya mampu memahami teknik dasar jurnalistik, tetapi juga memiliki sikap kritis, bertanggung jawab, dan bijak dalam menggunakan media digital.
Pelatihan tersebut menghadirkan tiga praktisi media untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan jurnalistik kepada para siswa.
Sudirman Hamid, pimpinan Inforakyat.co, menyampaikan materi teori dan praktik penulisan berita dasar. Materi ini mencakup pengenalan dasar penulisan berita agar siswa memahami cara menyusun informasi secara jelas dan sistematis.
Selanjutnya, Ichdar Ifan, S.T., jurnalis iNews sekaligus pimpinan Bersuarakita.ID, membawakan materi jurnalistik televisi, khususnya teknik pengambilan gambar dan penulisan naskah televsisi.
Adapun Dahyati, S.H., pimpinan Cakrawarta.ID, menjelaskan perbedaan antara jurnalistik dan media sosial, termasuk pentingnya memahami karakter informasi serta tanggung jawab dalam menyebarkan konten kepada publik.[]
