Gayo Lues - Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam (UKM PA) Leuser Universitas Syiah Kuala (USK) memperkuat kapasitas masyarakat berbasis lingkungan dengan menggelar pelatihan Disaster Management and Water Rescue bagi Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Gembulo di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Kegiatan yang berlangsung pada 14–16 Oktober 2026 ini diikuti oleh 25 anggota LPHD Gembulo, yang terdiri atas 13 perempuan dan 12 laki-laki. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manajemen risiko bencana sekaligus keterampilan dasar penyelamatan di air, mengingat Desa Agusen memiliki potensi wisata alam sungai dan hutan yang rawan banjir.
Geuchik Gampong Agusen, Ramadhan menyambut baik inisiatif kolaboratif tersebut. Menurutnya, pembekalan ini penting untuk mendukung pengembangan potensi wisata alam desa secara aman dan bertanggung jawab.
"Kami berharap pelatihan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota LPHD Gembulo dalam menghadapi situasi darurat, khususnya penyelamatan di arus sungai. Kami juga berharap pengetahuan ini dapat disosialisasikan kepada pemuda dan pemudi Desa Agusen agar semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya kesiapsiagaan bencana dan keselamatan," ujar Geuchik Gampong Agusen.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta dibekali materi manajemen bencana oleh anggota UKM PA Leuser USK, Muhammad Rizky Al Amin dan M. Rafly. Pembekalan mencakup pengenalan ancaman, konsep risiko, kerentanan, hingga tahapan penanggulangan bencana mulai dari pra-bencana, tanggap darurat, hingga pasca-bencana.
Muhammad Rizky Al Amin menekankan pentingnya membangun kapasitas mandiri di tingkat tapak, agar risiko tidak berkembang menjadi bencana yang melumpuhkan masyarakat.
"Bencana bukan hanya tentang ancaman yang ada, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mampu menangani dampaknya. Ketika masyarakat tidak lagi mampu mengatasi dampak tersebut dengan kapasitas yang dimiliki, di situlah risiko bencana dapat berkembang menjadi persoalan yang serius," jelas Rizky.
Selain pembekalan teori, peserta juga menjalani praktik penyelamatan di air (water rescue) dan teknik rafting di Sungai Agusen yang dipandu oleh Abdul Hadi dari Yayasan HAkA. Sesi ini melatih teknik mendayung, renang defensif dan agresif, serta simulasi penjemputan korban banjir menggunakan perahu karet dan perlengkapan keselamatan standar.
Pemateri water rescue dari HAkA, Abdul Hadi, menegaskan bahwa keselamatan diri penolong merupakan prioritas utama dalam aksi penyelamatan perairan.
"Ilmu penyelamatan yang diajarkan kepada anggota LPHD Gembulo ini diharapkan dapat diterapkan dan disosialisasikan kembali kepada pemuda-pemudi di Gampong Agusen. Dengan begitu, ketika terjadi situasi darurat, mereka memiliki bekal pengetahuan untuk mengambil tindakan sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan, dengan tetap mengutamakan keselamatan diri sendiri maupun orang yang ditolong," tutur Hadi.
Rangkaian pelatihan ditutup dengan observasi jalur sungai untuk memetakan potensi ekowisata Agusen secara berkelanjutan. Melalui pengenalan karakteristik sungai dan risiko bencana sejak dini, UKM PA Leuser USK bersama HAkA berharap LPHD Gembulo dapat mengelola kawasan hutan desa dan memajukan wisata alam tanpa mengabaikan aspek keselamatan serta konservasi lingkungan. []