Aceh Tengah — Kegiatan Parenting Akbar yang melibatkan berbagai lembaga pendidikan di Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, berlangsung sukses selama dua hari, pada tanggal 5–6 September 2026, bertempat di GOS (Gedung Olah Seni) Aceh Tengah, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB, dengan antusiasme peserta yang sangat tinggi.
Hari pertama kegiatan diselenggarakan oleh SD Cendikia Aceh Tengah di bawah naungan Yayasan Wakaf Cendikia Aceh Tengah. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ketua Yayasan, Ibu Ilawarni, S.Si. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh orang tua murid SD Cendikia serta dewan guru yang turut berpartisipasi aktif dalam setiap sesi.
Memasuki hari kedua, kegiatan dilanjutkan oleh delapan lembaga pendidikan anak usia dini di Kecamatan Bebesen, yaitu TK Karakter Islam Bunayya, TK IT Permata, TK IT An Najm, TK IT Arrazaaq, TK IT Suka Damai, KB Sara Rasa, KB Buah Hati, dan KB Putri Ananda. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh orang tua murid serta dewan guru dari masing-masing lembaga penyelenggara. Acara hari kedua dibuka secara resmi oleh Kabid PAUD dan PNF Kabupaten Aceh Tengah, Ibu Dr. Rasyidah, M.Pd.
Hadir sebagai pemateri utama dalam kedua kegiatan tersebut, Ibu Saprina Siregar, S.Pd.I., M.Pd., seorang akademisi dan praktisi pendidikan inklusi, sekaligus praktisi parenting dan pegiat literasi dari Banda Aceh.
Meskipun dilaksanakan oleh penyelenggara yang berbeda, kedua kegiatan ini menunjukkan semangat dan antusiasme yang luar biasa dari para peserta. Hal ini terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi diskusi, yang mencerminkan tingginya kepedulian orang tua terhadap pola asuh anak.
Dalam pemaparannya, Ibu Saprina menegaskan pentingnya pola asuh yang tepat di era saat ini. Ia menyampaikan bahwa sehebat apa pun sekolah dalam mendidik, peran utama dalam membentuk karakter dan akhlak anak tetap berasal dari lingkungan keluarga, khususnya orang tua.
“Orang tua adalah pendidik pertama dan utama. Rumah adalah sekolah pertama bagi anak. Oleh karena itu, kehadiran orang tua secara utuh sangat dibutuhkan, terutama di tengah berbagai tantangan zaman yang semakin kompleks,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya ketahanan keluarga dalam memberikan pola asuh yang sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Selain itu, orang tua diharapkan mampu mengenali dan memahami tumbuh kembang anak sejak dini.
Tidak hanya itu, para pendidik juga dituntut untuk mampu memberikan layanan pembelajaran yang inklusif, mengingat semakin meningkatnya jumlah anak dengan kebutuhan khusus (ABK). Hal ini membutuhkan sinergi antara orang tua dan guru agar setiap anak mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai dengan karakter dan kebutuhannya.
Menariknya, kegiatan tidak berhenti pada sesi parenting akbar saja. Pada siang hari setelah kegiatan utama, agenda dilanjutkan dengan kegiatan upgrading bagi seluruh staf dan tenaga pendidik yang berada di bawah naungan Yayasan Wakaf Cendikia Aceh Tengah, meliputi guru TK, KB, SD hingga SMP. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, serta kualitas layanan pendidikan yang lebih profesional dan berorientasi pada kebutuhan anak.
Kegiatan Parenting Akbar ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antara orang tua, sekolah, dan yayasan, sekaligus meningkatkan kualitas pendidik dalam menciptakan generasi yang berkarakter, berakhlak, dan siap menghadapi tantangan masa depan.[]
