Oleh: Siti Hajar
Bapak,
engkau tak banyak mengajarkan dunia
melalui kata-kata.
Engkau memilih diam,
lalu membiarkan hidup menjadi al-kitab
yang kubaca setiap hari.
Di tubuhku
mengalir darah yang sama,
darah yang tak hanya membawa nama,
tetapi juga keteguhan
yang tak pernah meminta tepuk tangan.
Aku tahu,
di balik tatapanmu yang sederhana
tersimpan kepercayaan
bahwa suatu hari nanti
aku akan sanggup berdiri
meski angin datang dari segala penjuru.
Hari itu telah tiba, Pak
Saat pundakku memikul
beban yang dahulu kau bawa
tanpa banyak mengeluh.
Dan ketika aku menjadi seseorang
bagi mereka yang kucintai,
orang-orang mungkin tak melihat bayangmu.
Namun aku tahu,
di setiap langkah yang tegar,
di setiap hati yang tetap tabah,
ada engkau
yang masih hidup
dalam darah dan doa-doaku.
Bapak, anakmu rindu
Banda Aceh, 12 Juli 2026
