Malaysia - Universitas Teuku Umar (UTU) menjalin kolaborasi internasional dengan Universiti Teknologi Malaysia (UTM) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) pada Senin (27/04/2026). Pertemuan yang berlangsung di Kampus UTM Kuala Lumpur ini menjadi langkah strategis bagi kedua institusi dalam memperluas jangkauan pendidikan dan penelitian di kancah global.
Delegasi UTU dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., didampingi Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama Dr. Ir. M. Aman Yaman, M.Agric.Sc., Dekan FT, Dr. Ir. Irwansyah, M.Eng., IPM., dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FT UTU, Ir. Adib, B.Sc., MT. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Dekan Fakultas Pengurusan UTM, Prof. Dr. Ahmad bin Jusoh, sebelum memasuki prosesi inti di hadapan Naib Canselor atau Rektor UTM, Prof. Dr. Moch Shafry bin Moch Rahim.
Dalam pidatonya, Prof. Dr. Moch Shafry bin Moch Rahim menekankan bahwa kemitraan antar-perguruan tinggi merupakan kebutuhan mendasar untuk mencapai indikator kinerja institusi melalui riset dan pengabdian masyarakat bersama. Ia juga menyoroti potensi besar Aceh dalam sektor energi yang perlu dikelola secara mandiri melalui sinergi kawasan.
"Indonesia, khususnya Aceh, sangat kaya akan energi fosil. Kita jangan hanya tergantung dari Timur Tengah dan kawasan lain. Kondisi saat ini menjadi pelajaran bagi kita untuk mulai bekerja sama dengan kawasan terdekat yang potensi konfliknya rendah. Melalui kerja sama ini, diharapkan akan lahir pengembangan energi terbarukan di masa depan," ujar Prof. Shafry.
Selain fokus pada riset energi, Rektor UTM turut memberikan peluang bagi masyarakat Aceh dan tenaga pendidik di UTU untuk menempuh studi lanjut tingkat Magister maupun Doktoral di kampus mereka.
Merespons tawaran tersebut, Rektor UTU Prof. Ishak Hasan menyatakan bahwa kolaborasi dengan perguruan tinggi luar negeri adalah langkah penting bagi UTU sebagai institusi yang masih dalam tahap perkembangan. Menurutnya, bermitra dengan universitas bereputasi seperti UTM akan memberikan dampak positif bagi kualitas pendidikan di Aceh.
"Sebagai universitas negeri di Indonesia, UTU membutuhkan kolaborasi dengan perguruan tinggi lainnya. Penandatanganan hari ini menjadi momentum bagi UTU untuk terus melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi melalui pendampingan dan kerja sama dengan universitas bergengsi," kata Prof. Ishak Hasan.
Sebagai implementasi awal dari kesepakatan ini, tercatat empat dosen UTU dari bidang keteknikan telah merencanakan untuk melanjutkan studi mereka di UTM dalam waktu dekat.
Nota Kesepahaman ini disepakati berlaku selama tiga tahun ke depan dan memiliki peluang untuk diperpanjang secara tertulis. Dalam dokumen kerja sama tersebut, diatur pula bahwa proyek-proyek spesifik yang telah dimulai selama masa kontrak akan tetap berjalan hingga tuntas, meskipun masa berlaku MoU utama nantinya telah berakhir.[]
