Program ini secara khusus menghadirkan Bantuan Biaya Berobat bagi Pasien Penyakit Kronis, menyasar masyarakat kurang mampu yang selama ini harus berjuang bukan hanya melawan penyakit, tetapi juga keterbatasan ekonomi.
Kepala Sekretariat Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, Gusmawi Mustafa, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi wujud nyata hadirnya negara melalui zakat untuk masyarakat yang membutuhkan.
“Kami ingin memastikan bahwa mustahiq tetap bisa melanjutkan pengobatan tanpa harus terbebani secara ekonomi. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang dalam kondisi sulit,” ujarnya.
Ia menegaskan, program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mustahiq, sekaligus memastikan bahwa akses bantuan dapat dijangkau dengan mudah, cepat, dan manusiawi.
Salah satu terobosan penting dalam program ini adalah kehadiran layanan langsung di rumah sakit. Kini, keluarga pasien tidak lagi harus menempuh jarak sekitar 6 kilometer ke kantor Baitul Mal untuk mengurus bantuan.
Dengan ditempatkannya layanan mustahiq tepat di area strategis rumah sakit, proses pengajuan bantuan menjadi jauh lebih praktis dan efisien.
“Ini adalah bentuk kemudahan yang ingin kami hadirkan. Saat keluarga pasien sedang dalam kondisi sulit, kami tidak ingin mereka dipersulit dengan urusan administratif yang jauh dan melelahkan,” tambah Gusmawi.
Keberhasilan menghadirkan layanan ini tidak terlepas dari dukungan penuh pihak rumah sakit. Baitul Mal Aceh Selatan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktur dr. Erizaldi, Sp.OG, M.Kes beserta seluruh manajemen rumah sakit yang telah memberikan respon cepat dan sangat positif.
Melalui dukungan tersebut, fasilitas layanan mustahiq kini ditempatkan di depan Instalasi Gawat Darurat (IGD), lokasi yang sangat strategis dan mudah dijangkau oleh masyarakat dan keluarga pasien.
“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur dan seluruh manajemen RSUD dr. H. Yuliddin Away Tapaktuan yang telah menyediakan sarana dan prasarana, bahkan menempatkan layanan ini di depan IGD. Ini sangat membantu masyarakat dan menjadi bukti nyata kolaborasi kemanusiaan,” ungkap Gusmawi.
Program ini memberikan bantuan biaya berobat bagi pasien penyakit kronis seperti gagal jantung, stroke berat, kanker, gagal ginjal, hingga penyakit kronis lainnya, dengan besaran bantuan yang disesuaikan berdasarkan jenjang rujukan, mulai dari tingkat kabupaten hingga rujukan ke Jakarta.
Tidak hanya bagi pasien rawat inap, program ini juga mencakup pasien rawat jalan, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.
Lebih dari sekadar program, layanan ini adalah cerminan bahwa zakat dan Infak bukan hanya kewajiban, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu menghadirkan harapan.
Di saat seseorang terbaring lemah melawan penyakit, di saat keluarga diliputi kecemasan dan keterbatasan, kehadiran bantuan ini menjadi penguat bahwa mereka tidak sendiri.
“Zakat yang dititipkan oleh para muzakki adalah amanah. Dan amanah itu harus kami wujudkan dalam bentuk pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutup Gusmawi.
Dengan diaktifkannya kembali layanan ini, Baitul Mal Aceh Selatan berharap semakin banyak masyarakat yang terbantu, serta tumbuhnya kesadaran bersama bahwa kepedulian adalah kekuatan terbesar dalam membangun kemanusiaan.
Karena pada akhirnya,yang paling berarti bukan seberapa banyak yang kita miliki,
tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan untuk sesama.
Bantuan kepada pasien ini berjumlah Rp. 500.000,- untuk pengobatan di Rumah Sakit, lalu sebesar Rp. 2.000.000,- untuk pasien yang dirujuk ke RS di Banda Aceh atau Medan, kemudian ketika dilanjutkan pengobatan penyakit kronis di Jakarta maka pasien akan mendapatkan sebesar Rp. 5.000.000,- []
