Rombongan FPKR diterima langsung oleh Gusmawi Mustafa, yang akrab disapa Ogek Agus, di kantor Baitul Mal Aceh Selatan. Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan dalam memperkuat kolaborasi di bidang sosial dan kemanusiaan.
Dalam kesempatan tersebut, Gusmawi Mustafa menyampaikan apresiasi atas kiprah FPKR yang selama ini dikenal sebagai organisasi yang aktif dan responsif terhadap berbagai musibah yang terjadi di wilayah Kluet Raya, meliputi Kecamatan Pasie Raja, Kluet Utara, Kluet Tengah, Kluet Selatan, dan Kluet Timur.
Menurutnya, FPKR telah menunjukkan peran nyata sebagai garda terdepan dalam membantu masyarakat.
“FPKR adalah lembaga pertama yang langsung berkomunikasi dan berkoordinasi ketika terjadi musibah di wilayahnya. Ini sudah menjadi tradisi yang sangat baik. Tidak lebih dari hitungan 10 menit, mereka langsung menghubungi kami,” ungkap Ogek Agus.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun belum ada kerja sama formal yang dituangkan dalam bentuk perjanjian tertulis, kemitraan strategis antara FPKR dan Baitul Mal Aceh Selatan telah terjalin sejak awal berdirinya FPKR dan terus memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Sebagai organisasi berbasis kepedulian sosial, FPKR telah melaksanakan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, di antaranya: respon cepat terhadap musibah seperti kebakaran, kematian, dan kecelakaan; penggalangan dana untuk masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pengobatan; santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa; gerakan donasi dan solidaritas berbasis komunitas.
Program-program tersebut menjadi bukti nyata kehadiran FPKR sebagai organisasi yang tidak hanya bergerak, tetapi juga dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat Kluet Raya.
Sementara itu, Ketua Umum FPKR, Tabrani Atim, menyampaikan bahwa silaturahmi ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dengan Baitul Mal Aceh Selatan.
Ia menegaskan bahwa FPKR siap terus berkolaborasi dalam membantu masyarakat, khususnya dalam bidang sosial dan kemanusiaan.
“Kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan respons cepat dari Baitul Mal selama ini. Ini menjadi kekuatan bagi kami dalam bergerak di lapangan,” ujarnya.
Tabrani juga menambahkan bahwa FPKR lahir dari semangat kepedulian masyarakat, sehingga setiap gerakan yang dilakukan bertujuan untuk memastikan bahwa tidak ada warga yang menghadapi musibah sendirian.
“Kolaborasi ini adalah bagian dari ikhtiar bersama untuk memperluas manfaat dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Ia juga menyatakan kesiapan FPKR untuk mendukung program-program Baitul Mal Aceh Selatan, serta berpartisipasi dalam kegiatan edukasi publik, termasuk menjadi narasumber dalam program Podcast Kito – Sahabat Zakat.
Hasil Pertemuan
Dari silaturahmi tersebut, kedua pihak menyepakati beberapa poin penting, di antaranya: memperkuat sistem koordinasi dan komunikasi yang telah terjalin, mendukung program-program Baitul Mal Aceh Selatan yang berdampak bagi masyarakat, meningkatkan respons bersama dalam penanganan isu sosial dan kemanusiaan, kesediaan FPKR untuk terlibat dalam Podcast Kito – Sahabat Zakat.
Silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang pertemuan formal, tetapi juga mempertegas nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan gerakan kedua lembaga.
FPKR hadir sebagai simbol bahwa kepedulian sosial dapat tumbuh dari masyarakat dan menjadi kekuatan besar dalam membantu sesama.
Sementara itu, Baitul Mal Aceh Selatan terus berkomitmen untuk mengelola zakat, infak, dan sedekah secara amanah, transparan, dan tepat sasaran.
Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kluet Raya, dapat semakin optimal.
“Kebaikan tidak perlu menunggu besar, cukup dimulai dari kepedulian yang tulus dan tindakan yang cepat,” menjadi semangat yang terus hidup dalam setiap langkah kolaborasi ini.[]
