Tapaktuan - Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan menegaskan komitmennya untuk terus merangkul dan bersinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Hal ini terpancar saat Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE., MSos., memimpin langsung prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus Forum Peduli Kluet Raya (FPKR) periode 2026–2029 yang berlangsung khidmat di Gedung Pertemuan Kecamatan Kluet Utara pada Sabtu (17/10/2026).
Acara pengukuhan ini turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Selatan H. Baital Mukadis, SE., Sekretaris Daerah (Sekda) Diva Samudra Putra, SE., MM., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para Camat se-Kluet Raya, tokoh masyarakat, tokoh agama, hingga aktivis pemuda setempat.
Prosesi pelantikan ditandai dengan pembacaan SK dan pengukuhan kepengurusan baru FPKR oleh Bupati Mirwan. Dalam struktur kepengurusan periode 2026–2029, Dhamer Syam resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum. Ia didampingi Saidi Hasan, SHI., CIRD., CPI., CNLI., CIJL., CPS sebagai Sekretaris Umum dan Murhaban sebagai Bendahara Umum, serta jajaran pengurus yang siap menjalankan roda organisasi.
Dalam sambutannya, Bupati H. Mirwan MS menyampaikan ucapan selamat sekaligus pesan mendalam kepada jajaran pengurus baru agar menjalankan amanah organisasi secara penuh tanggung jawab.
“FPKR harus menjadi jembatan aspirasi masyarakat, menjaga kekompakan, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan Aceh Selatan. Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh struktur pengurus, tetapi dari kemampuan merealisasikan program kerja yang betul-betul menjawab kebutuhan warga,” tegas Mirwan.
Bupati menambahkan bahwa keberadaan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memperkuat partisipasi publik dan mendukung akselerasi pembangunan daerah. Oleh karena itu, sinergi yang solid antara FPKR dan Pemkab Aceh Selatan diharapkan terus terjalin secara harmonis.
Tidak sekadar seremonial dan konsolidasi organisasi, momentum pelantikan ini juga diwarnai dengan aksi sosial yang menyentuh hati. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, jajaran pimpinan daerah bersama pengurus FPKR menyerahkan santunan dan paket sembako kepada 50 anak yatim dari wilayah Kluet Raya.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan langsung oleh Bupati, Wakil Bupati, Sekda, Ketua Umum FPKR Dhamer Syam, dan Ketua Panitia Pelaksana Fauzi, S.Pd. Penyerahan ini menegaskan visi FPKR yang tidak hanya berfokus pada wacana pembangunan, melainkan hadir langsung meringankan beban masyarakat.
Dalam pidato perdananya usai dilantik, Ketua Umum FPKR Dhamer Syam menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih mendalam atas kehadiran pimpinan daerah dan dukungan segenap elemen masyarakat.
Dhamer mengungkapkan bahwa selama ini FPKR telah aktif terjun dalam aksi sosial masyarakat, mulai dari tanggap darurat musibah hingga pengawalan isu vital pertanian seperti masalah irigasi warga. Ke depan, kepengurusan di bawah kepemimpinannya berkomitmen memperkuat tiga pilar utama, diantaranya melanjutkan program-program unggulan yang telah dirintis pengurus sebelumnya, memperkuat sinergi, solidaritas, dan komunikasi internal serta eksternal.
Selain itu, ia juga akan menghadirkan program nyata yang berfokus pada kesehatan, kualitas hidup warga, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
“Amanah ini tentu bukan tugas yang ringan, namun dengan kebersamaan, bimbingan para senior, serta kerja keras seluruh pengurus, saya yakin kita bisa membawa FPKR lebih maju. Organisasi ini tidak menjadi besar karena ketuanya, melainkan karena kerja sama kita semua,” ujar Dhamer optimistis.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Panitia Pelaksana Fauzi, S.Pd., menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya gelaran pelantikan ini. Ia mengingatkan pentingnya menjaga inklusivitas dalam berorganisasi.
“FPKR bukan milik segelintir orang, melainkan milik bersama seluruh masyarakat Kluet Raya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sesuai visi dan misi organisasi,” tuturnya.
Dengan resmi dilantiknya kepengurusan periode 2026–2029, FPKR kini siap memantapkan langkahnya sebagai wadah aspirasi yang responsif sekaligus mitra strategis Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan dalam mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. []
