Banda Aceh - Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) Universitas Syiah Kuala kembali menyelenggarakan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) sebagai wadah pengembangan kompetensi dan etika untuk mewujudkan profesionalisme serta integritas akuntan. Forum ilmiah ke 29 ini berlangsung dari tanggal 24 – 29 Oktober 2026. (Banda Aceh, 24 Oktober 2026).
PIA adalah agenda tahunan HIMAKA, yang tahun ini mengangkat tema Strengthening Academic Integrity Through Accounting Specializations Oriented Toward Sustainability, yaitu penguatan integritas akademik melalui spesialisasi akuntansi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Rektor USK Prof. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A, dalam sambutannya mengatakan, dirinya menyambut baik pilihan tema tersebut. Mengingat dunia usaha kini tidak hanya dinilai dari laba yang dilaporkan, tetapi juga dari jejak lingkungan, dampak sosial, dan kualitas tata kelolanya.
Menurutnya, pelaporan keberlanjutan telah bergeser dari praktik sukarela menjadi tuntutan. Karena yang diukur bertambah, yang dilaporkan bertambah, dan yang dipersoalkan publik pun bertambah.
“Di titik inilah integritas menemukan maknanya. integritas adalah fondasi utama dan syarat keberadaan profesi itu sendiri. Laporan keuangan hanya berguna sejauh ia dipercaya, dan kepercayaan itu bertumpu pada kejujuran orang-orang yang menyusunnya,” ucap Rektor.
Kepala BPSDM Aceh Marthunis, S.T., D.E.A turut mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Dirinya menilai, integritas akademik merupakan fondasi integritas profesi akuntan. Selanjutnya, ia menyoroti pentingnya penguasaan green accounting dan carbon accounting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Penerapan kedua bidang tersebut harus didasarkan pada data yang jujur dan dapat dipertanggungjawabkan. Manipulasi data lingkungan merupakan bentuk ketidakjujuran yang dapat merugikan masyarakat, dunia usaha, dan lingkungan,” ucapnya.
Dirinya mengungkapkan, PIA sangat sejalan dengan visi Pemerintah Aceh periode 2025–2029, yaitu Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan. Maka dirinya berharap kegiatan ini benar-benar mampu mendorong lahirnya SDM Aceh yang kompeten dan bermartabat.
“Aceh tidak hanya membutuhkan akuntan yang cerdas, tetapi juga akuntan yang amanah, profesional, dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan,” ucapnya.
Adapun narasumber utama kegiatan ini Dr. Drs. H. Safrizal Zakaria Ali, M.Si., selaku Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan, serta Ketua Majelis Wali Amanat USK. Lalu, Dr. H. T. Ahmad Dadek, S.H., M.H., Selaku Perencana Ahli Utama Pemerintah Aceh. Kemudian, Achmad Ricky Soehady, S.T., M.T., selaku Pelaksana Tugas Kepala Dinas PUPR Aceh.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM mengatakan, atas nama pimpinan Fakultas dirinya sangat mengapresiasi kerja keras panitia dan dukungan semua pihak terhadap acara ini. HIMAKA adalah Departemen termuda di FEB yang berdiri sejak 1 Juli 1984. Meskipun demikian, Departemen ini sangat kreatif karena mampu menyelenggarakan kegiatan ilmiah.
“Ini merupakan pembelajaran terutama Departemen Akuntansi, bahwa menyelenggarakan suatu kegiatan ilmiah adalah wadah bagaimana kreativitas atau ide dikolaborasikan. Dan ini butuh manajemen yang sangat baik,” ucapnya. []