Universitas Teuku Umar Sukses Selenggarakan ICONAMI 2026, Angkat Tema Penguatan Sinergi dan Inovasi Pertanian dan Kelautan

 


Meulaboh — Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118, Universitas Teuku Umar (UTU) menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Agro and Marine Industry (ICONAMI) yang ke-2. Pertemuan ilmiah tahunan yang membahas inovasi masa depan pada industri agro dan maritim ini berlangsung di Auditorium Teuku Umar, Rabu (20/5/2026), dengan dihadiri oleh puluhan dosen serta peneliti dari berbagai negara.

Momentum Harkitnas ke-118 ini menjadi pemantik semangat bagi UTU untuk membangkitkan dunia riset dan inovasi dari wilayah barat selatan Aceh menuju panggung dunia. Konferensi internasional ini dibuka langsung oleh Rektor UTU, Prof. Dr. Ishak Hasan, M.Si., yang menyampaikan apresiasi serta rasa hormatnya dalam menyambut para peserta dari berbagai kampus dan lembaga dunia di ajang ICONAMI tahun 2026.

Menurut Prof. Ishak Hasan, ICONAMI 2026 berfungsi sebagai platform penting yang memfasilitasi dialog dan kolaborasi di antara para ahli, peneliti, dan profesional dari seluruh dunia. Di tengah tantangan industri agro dan maritim yang semakin saling terkait dan kompleks, visi strategis dinilai menjadi hal yang sangat krusial.

"Diperlukan pendekatan lintas disiplin ilmu sangat diperlukan untuk menjawab tantangan masa global kini dan masa depan," ujar Prof. Ishak Hasan dalam sambutannya.

Ketua Konferensi ICONAMI 2026, Dr. Munandar, S.Kel., M.Sc., menjelaskan bahwa tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan kebutuhan global saat ini, yakni menyinergikan horizon biru dan hijau melalui inovasi pertanian dan kelautan yang berkelanjutan serta tangguh. Kegiatan ini mempertemukan komunitas yang beragam, mulai dari pemikir, praktisi, hingga peneliti untuk berbagi temuan riset terdepan melalui rangkaian presentasi, lokakarya, dan diskusi.

"Upaya bersama kita dalam ICONAMI 2026 yang ke-2 ini lebih dari sekadar kegiatan akademis. Upaya ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan teknologi dan praktik yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat dan ekosistem di seluruh dunia," kata Dr. Munandar dalam laporannya.

Pada hari pertama, agenda diisi dengan seminar ilmiah yang menghadirkan para pakar dari lima negara, yaitu Indonesia, Australia, Malaysia, Bangladesh, dan Oman. Deputi Bidang Kebijakan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Indonesia, Dr. Ir. Boediastoeti Ontowirjo, MBA., hadir memaparkan materi mengenai strategi riset nasional untuk sumber daya laut dan pesisir yang berkelanjutan.

Selanjutnya, Prof. Amanda Reichelt-Brushett dari Southern Cross University Australia memaparkan hasil risetnya mengenai manajemen daerah aliran sungai di wilayah rawan banjir serta hubungannya antara sektor pertanian dengan lautan. Topik serupa mengenai keterkaitan pertanian dan lautan pada sistem sungai rawan banjir (Catchment management in a flood-prone river system - where agriculture connects to oceans) juga diulas secara mendalam oleh Prof. Dr. Wan Maznah Wan Omar dari Universiti Sains Malaysia.

Pembicara berikutnya adalah Naina Islam, Asisten Profesor dari Institute of Marine Sciences, University of Chittagong, Bangladesh, yang memaparkan materi mengenai visi ketahanan masa depan untuk pangan dan bumi. Sesi seminar internasional ini kemudian ditutup oleh pemaparan dari Dr. Sachinandan Dutta, dosen sekaligus peneliti dari Department of Marine Science and Fisheries, Sultan Qaboos University, Oman, yang mengulas tentang pendekatan berkelanjutan pada terumbu karang buatan dan perikanan.

Guna mengakomodasi peserta yang tidak dapat hadir langsung ke lokasi acara, konferensi ini dilaksanakan secara bauran (hybrid). Sebanyak 75 makalah ilmiah dipresentasikan oleh para peneliti dalam sesi paralel yang dijadwalkan setelah kegiatan seminar internasional selesai.

Melalui momentum kebangkitan nasional ini, rumusan ide dan hilirisasi riset yang dihasilkan dari kampus UTU diharapkan mampu menjadi pijakan baru bagi kemajuan ilmu pengetahuan dunia. Sinergi gagasan global ini diproyeksikan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga keseimbangan ekosistem bumi sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat global di masa depan.[]


Lebih baru Lebih lama