BIREUEN – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Aceh, Drs.H.Azhari, M.Si meresmikan dan mengukuhkan Pesantren Modern Al Zahrah Bireuen sebagai pesantren literasi di aula pesantren setempat, Selasa (28/4/2026).
Pengukuhan itu sebagai komitmen abadi pesantren Al Zahrah setelah melalui proses dan menghasilkan lebih dari 45 karya buku santri dalam kurun waktu lima tahun.
Peresmian yang berlangsung khidmat itu diawali dengan pemukulan drum oleh Kakanwil Kemenag Aceh, Drs.H.Azhari,M.Si didampingi pimpinan pesantren Al Zahrah, Tgk.H.M.Fadhil Rahmi,Lc.M.Ag, Kamad Tsanawiyah Al Zahrah, Zuryati, Kamad MAS Al Zahrah, Munawar dan sejumlah tamu undangan.
Prosesi berlanjut dengan penandatanganan prasasti Pesantren Literasi oleh Kakanwil Kemenag Aceh dan pimpinan pesantren, turut disaksikan oleh para guru, ratusan santri dan pegiat literasi di lingkungan kabupaten Bireuen.
Pimpinan Pesantren Modern Al Zahrah, Tgk.H.M.Fadhil Rahmi,Lc.,M.Ag dalam sambutannya menyampaikan, peresmian Al Zahrah sebagai pesantren literasi merupakan kabar bagi masyarakat luas bahwa Al Zahrah adalah pesantren berbakat dan penuh prestasi yang selama ini tidak diketahui publik.
Fadhil menyebutkan, selama ini para santri Al Zahrah telah mengukir prestasi begitu luar biasa hampir di setiap bidang keterampilan, seperti olahraga, kesenian, pramuka.
Selain melakukan kerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Aceh dirinya juga menggait Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi di Perpustakaan Nasional RI.
“Kami akan terus menjaring kerja sama dengan berbagai pihak untuk memperkuat literasi di Al Zahrah, terutama bagi santri,” optimisnya.
Secara internal pesantren Fadhil mengabarkan, dirinya telah berupaya melakukan penyegaran pada beberapa bagian yang berkenaan langsung dengan kerja-kerja literasi, seperti peremajaan majalah dinding (mading), relokasi ruang pustaka yang lebih dekat dijangkau para santri, program mengarang dalam bahasa Arab dan Inggris.
Tujuannya, para santri Al Zahrah, diharapkan tidak hanya produktif dalam karya berbahasa Indonesia, tetapi juga unggul literasi dalam bahasa asing.
“Dengan demikian, karya-karya mereka dalam bahasa Arab dan Inggris itu bisa diposting di media-media luar menjadi peramai kancah literasi global, yang bisa diakses dan dibaca oleh warga dunia,” paparnya disambut tepuk tangan seluruh tamu undangan.
Sementara itu, Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari, menyambut baik dan mengapresiasi pesantren Al Zahrah dalam kerja nyata literasi yang telah ditekuni oleh para santri. Ia mengimbau penting bagi pesantren memperkaya literatur sebagai komponen penting untuk memperluas wawasan dalam menulis.
“Dengan kekayaan bahasa yang dimiliki santri Al Zahrah, tentu saja karya tulisnya juga bisa dijangkau oleh manca negara,” ungkapnya memperkuat seperti yang dikatakan oleh pimpinan pesantren.
Setelah serangkaian peresmian di panggung utama, para tamu undangan diarahkan menuju gedung literasi Al Zahrah dengan pemotongan pita oleh Kakanwil Kemenag.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Kadis kominsa Bireuen, M Zubair, Sekdis Pendidikan Dayah Bireun, Abu Bakar, delegasi Forum Lingkar Pena Aceh, Komunitas Daweut Apui, ICAIOUS, dan pengawas madrasah, Nurfatmi serta Direktur KMI Ikhwan Ramadhana.[]
