Bayi Hidrosefalus Asal Bireuen Gagal Operasi karena Biaya, Haji Uma Turun Tangan


BANDA ACEH — Nasib memilukan dialami Ashadia Innara, bayi perempuan berusia 27 hari asal Gampong Mata Mamplam, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen. Putri pasangan Suryadi (43) dan Marlina (39) itu menderita hidrosefalus sejak lahir, namun sempat gagal menjalani operasi karena keterbatasan biaya.

Keluarga yang hidup dalam kondisi ekonomi sulit itu tidak memiliki ongkos untuk berangkat ke RSU Zainoel Abidin Banda Aceh, termasuk biaya pendamping selama perawatan. Saat ini, orang tua bayi tersebut diketahui tinggal di sebuah kios sewaan dengan kondisi serba terbatas.

Kabar tersebut kemudian sampai kepada anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman Haji Uma. Setelah menerima informasi terkait kondisi dan masalah tersebut, Haji Uma segera melakukan koordinasi untuk membantu proses keberangkatan dan penanganan medis pasien.

Koordinasi turut dilakukan oleh Liaison Officer (LO) Haji Uma di Kabupaten Bireuen, yakni Nazaruddin atau yang akrab disapa Abu Saba. Pasien kemudian diberangkatkan ke Banda Aceh untuk mendapatkan penanganan di RSUD dr. Zainoel Abidin di bawah pengawasan staf Kantor DPD RI perwakilan Aceh.

“Kita memberikan perhatian khusus terhadap kondisi bayi ini karena sangat memprihatinkan. Keluarganya juga tergolong kurang mampu, sehingga membutuhkan bantuan untuk penanganan medis,” ujar Haji Uma, Kamis (9/4/2026). 

Ia menambahkan, pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi pasien selama menjalani perawatan di RSUDZA Banda Aceh. 

“Kami berupaya semaksimal mungkin, agar ananda Ashadia Innara dapat segera ditangani dengan baik. Semoga Allah SWT memberikan kesembuhan,” kata Haji Uma.

Secara medis, hidrosefalus merupakan kondisi yang terjadi akibat gangguan aliran cairan serebrospinal di dalam otak. Penumpukan cairan tersebut dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga kepala dan berpotensi merusak jaringan otak, terutama pada pusat saraf vital.

Saat ini, Ashadia Innara masih dalam penanganan tim medis di RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Keluarga berharap adanya dukungan dan doa dari masyarakat agar bayi tersebut dapat segera pulih.[]

Lebih baru Lebih lama