Semangat inilah yang diangkat dalam program Podcast Kito – Sahabat Zakat yang diselenggarakan oleh Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan.
Pada episode yang tayang Selasa, 31 Maret 2026 pukul 20.00 WIB melalui Channel YouTube Podcast Kito (Sahabat Zakat), menghadirkan dialog inspiratif antara host Saidi Hasan, S.Hi, seorang Jurnalis yang juga Pengurus MPD Pemuda ICMI Aceh Selatan dengan narasumber Tgk. Misbar Basri, SH, Ketua Badan Baitul Mal Kabupaten Aceh Selatan, dengan mengangkat tema “Terbuka dan Terpercaya: Wajah Baru Pengelolaan Zakat.”
Dalam perbincangan tersebut, ditegaskan bahwa transparansi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan zakat.
Zakat bukan hanya sekadar kewajiban, melainkan amanah besar dari para muzakki yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan keterbukaan.
“Ketika pengelolaan zakat dilakukan secara terbuka, kepercayaan masyarakat akan semakin meningkat. Dan kepercayaan itu adalah kunci utama dalam menghimpun serta menyalurkan zakat secara optimal,” ungkap Tgk. Misbar Basri.
Baitul Mal Aceh Selatan sendiri terus berupaya memperkuat transparansi melalui berbagai langkah nyata, mulai dari keterbukaan informasi program, pemanfaatan media sosial sebagai sarana publikasi, hingga penguatan sistem administrasi dan pelaporan yang akuntabel.
Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana zakat dihimpun, dikelola, dan disalurkan kepada yang berhak.
Kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan zakat.
Semakin tinggi kepercayaan, semakin besar pula partisipasi masyarakat dalam menunaikan zakat melalui lembaga resmi.Dengan demikian, potensi zakat yang besar dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan umat.
Zakat yang disalurkan melalui Baitul Mal Aceh Selatan telah memberikan dampak nyata di berbagai bidang. Mulai dari membantu biaya pendidikan bagi anak-anak kurang mampu, meringankan beban kesehatan masyarakat, hingga mendorong pemberdayaan ekonomi melalui bantuan usaha.
Zakat hadir sebagai solusi, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi juga untuk membangun kemandirian.
Bagi para mustahiq, zakat bukan sekadar bantuan materi, melainkan bentuk kepedulian yang menghidupkan kembali harapan. Dari tangan-tangan para muzakki, lahir semangat baru bagi mereka untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Bahkan tidak sedikit yang suatu saat berpotensi berubah dari penerima menjadi pemberi.
Sementara itu, peran masyarakat juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengelolaan zakat.
Selain sebagai muzakki, masyarakat juga berperan dalam mendukung dan mengawasi agar pengelolaan zakat tetap berjalan secara amanah dan tepat sasaran.
Ke depan, Baitul Mal Aceh Selatan berharap pengelolaan zakat dapat semakin profesional, inovatif, dan mampu menjadi salah satu pilar penting dalam pembangunan ekonomi umat.
Potensi zakat yang besar diyakini dapat menjadi kekuatan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik.
Melalui kesempatan tersebut, Tgk. Misbar Basri juga mengajak seluruh masyarakat Aceh Selatan untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
“Dengan menyalurkan zakat melalui lembaga terpercaya, pengelolaannya akan lebih terarah dan tepat sasaran. Zakat yang kita tunaikan bukan hanya membantu sesama, tetapi juga menjadi sumber keberkahan dalam kehidupan kita,” pesannya.
Di akhir podcast, host Saidi Hasan mengingatkan bahwa zakat bukan hanya tentang memberi, tetapi tentang menjaga amanah, membangun kepercayaan, dan menghadirkan keberkahan bagi seluruh masyarakat. Zakat adalah jembatan kebaikan.
Dari yang mampu kepada yang membutuhkan. Dari kepedulian menuju kesejahteraan. Dari keikhlasan menuju keberkahan.
Zakat kita adalah harapan mereka.
Dan melalui pengelolaan yang amanah, transparan, dan profesional, keberkahan itu akan terus mengalir untuk semua.[]
